Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan saja berkata: kami telah beriman tanpa mereka mendapat ujian. (QS. Al Ankabut:2)
Dalam ayat tersebut seolah olah ALLAh menerangkan bahwa seorang manusia baru bisa mengatakan dirinya beriman kalau dirinya sudah mendapatkan ujian dari ALLAH SWT. Dengan kata lain belum pantas seorang hamba mengatakan bahwa dirinya beriman sebelum mendapat ujian dari ALLAh SWT.
Hidup adalah ujian. Ujian akan berakhir ketika kehidupan berakhir. Hidup adalah ujian, berani hidup berarti berani diuji, takut diuji lebih baik mati saja. seorang yang arif dan bijaksana pasti berusaha untuk mempersiapkan segala sesuatunya ketika akan diuji. Ibarat anak sekolah, ketika akan dilangsungkan ujian biasanya mereka sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian tersebut. Mengumpulkan bahan, menghafal atau belajar kelompok akan lebih intens dilakukan sebelum diadakannya ujian. Kemudian besar dan kecil, susah atau mudahnya bobot soal ujian tergantung kepada tingkatan strata pendidikan atau kelas masing-masing. Berbeda bobot soal antara siswa SMU dengan siswa SMP, berbeda bobot soal anak kelas 3 dengan kelas 2, semuanya ditentukan oleh tingkatannya masing-masing.
Begitu juga ujian dari ALLAH SWT pasti bobotnya juga berbeda-beda. Tapi yang jelas semua ujian yang diberikanNYA sesuai dengan kemampuan hambaNYA. ALLAH SWT tidak akan memberikan suatu ujian diluar batas kemampuan orang yang akan diujiNYA. Adapun bentuk ujian dari ALLAH SWT ada yang berupa NIKMAT dan MUSIBAH.
Pada saat ini kita mencoba membahas bentuk ujian ALLAH SWT didalam sebuah musibah. Apalagi akhir-akhir ini begitu banyaknya musibah ALLAH SWT yang menimpa umat manusia. Bencana Alam. Dua kata yang sering terjadi di negri ini. Tabrakan kereta, banjir banding, gempa, tsunami, gunung meletus dll. Berbicara ujian dalam musibah, Ada 3 bentuk ujian yang bisa kita pahami dalam sebuah musibah. Dan kita bisa menempatkan diri kita dibagian mana kita berada dalam ujian tersebut.
- Korban
Ujian pertama adalah ujian terhadap korban. Korban merupakan orang yang langsung merasakan dampak terjadinya suatu musibah. Baik yang terjadi terhadap dirinya seperti luka-luka, kepada keluarganya seperti kehilangan (kematian) anggota keluarganya atau kehilangan apa yang dia miliki seperti kekayaan, rumah, ternak, tanaman dll. Ujian terhadap korban ini memang sungguh terasa berat. Bayangkan mereka harus kehilangan sanak saudara, anggota keluarga, harta kekayaan, rumah roboh, ternak mati, belum lagi luka-luka yang mungkin dialami. Kemudian apa yang harus mereka lakukan ketika mereka menjadi korban musibah? Jawabannya adalah meminta tolong hanya kepada ALLAH SWT melalui SABAR dan SHALAT. Insya ALLAH melalui sabar dan shalat kitapun bisa mengikhlaskan apa yang telah terjadi dan selalu berbaik sangka kepada ALLAH SWT.
- Orang Yang Tidak Terkena Dampak Langsung Dari Musibah.
Sebagian orang ada menjadi korban langsung dari suatu musibah, tapi tentu ada pula orang lain yang tidak terkena dampak langsung dari musibah. Kelompok ini tidak menderita apapun, anggota keluarga tidak ada yang meninggal, sanak saudara tidak ada yang hilang, harta aman, rumah utuh, ternak tidak ada yang mati dan diri mereka sehat wal afiat. Bukan berarti kelompok ini terbebas dari ujian ALLAH SWT dalam musibah tersebut. Ketahuilah bahwa mereka sedang diuji dengan saudara-saudara mereka yang menjadi korban. Ujiannya adalah seberapa mau dan mampukah mereka menolong dan meringankan beban saudara-saudara merekan yang menjadi korban musibah. Atau malah mereka malah duduk berpangku tangan melihat penderitaan saudara-saudara mereka. Jadi jangan beranggapan bahwa ketika kita tidak merasakan dampak langsung dari musibah lantas kita tidak diuji. Bahkan inilah ujian yang paling berat karna semuanya bersumber dari keikhlasan hati.
- Orang Atau Lembaga Yang Diberi Amanah Berupa Titipan Sumbangan Agar Disalurkan Kepada Korban Yang Berhak Menerimanya.
Disetiap musibah, apalagi musibah yang berskala besar tentunya banyak perhatian para donatur yang turut meringankan beban korban-korban musibah. Entah itu barang logistik, pakaian atau berupa uang. Kadang para donatur ada yang langsung memberikan bantuan tersebut langsung kepada korban dan ada pula yang melalui perantara orang lain. Pemda, LSM, media biasanya tempat mereka menyalurkan bantuan mereka karna tidak jarang lembaga-lembaga tersebut juga membuka posko-posko bantuan untuk barang logistik dan membuka rekening untuk bantuan berupa uang. Bagi orang atau lembaga ini merekapun juga mendapatkan ujian. Ujiannya adalah apakah bantuan-bantuang yang menjadi amanah mereka benar-benar disalurkan 100% kepada korban yang membutuhkannya? Jika jauh maka dekatkanlah, jika susah maka mudahkanlah, jika dilangit maka turunkanlah, jika dibumi maka keluarkanlah, jika haram maka halalkanlah dan jika masih dalam rekening maka cairkanlah.
Berati kita semua diuji oleh ALLAH SWT dalam suatu musibah, Cuma bobot ujian kita berbeda-beda sesuai kategorinya. Apakah kita termasuk kategori pertama, kedua atau ketiga semuanya kita bisa menentukannya. Dimanapun posisi kita dalam suatu ujian, kita harus menjalaninya dengan ikhlas dan optimal dan sesuai dengan fungsi kita masing-masing. Yang pastinya, ketika kita lulus menghadapi ujian dari ALLAH SWT disanalah kita bisa naik pangkat dan mengatakan bahwa kita adalah orang beriman. Semoga kita lulus dalam ujian. Amien…..
GET UPDATE VIA EMAIL
Dapatkan kiriman artikel yang terbaru
Dari Kami langsung ke email anda!
Dari Kami langsung ke email anda!



0 Komentar Kawan2:
Posting Komentar
Silahkan isi komentar! By: Rank Jamback Jirat Koebang!