Selasa 17 Maret 2007 dipagi hari salah seorang Mahasiswa saya menemukan sebuah amplop dijalanan sewaktu pergi kuliah. Mungkin karna terlihat sedikit antik dan secret dia mengambil dan membawanya ke kampuz alhasil dia kasih amplop itu ke salah satu dosennya yang bernama BAPAK ISKANDAR.



Sepintas amplop yang terlihat seperti kartu undangan pesta pernikahan tapi kalau dilihat dari dekat sungguh bikin kita ta’jub karna bertuliskan DOKUMEN RAHASIA. Bayangkan amplop itu merupakan kepunyaan sebuah PT yaitu PT Petronas Usaha Mandiri. Jadi makin bikin ta’jub plus bingung. Bagaimana bisa dokumen rahasia perusahaan bisa tercecer dijalanan.
Karna penasaran apa isi amplop tersebut (maaf bukannya pengen tahu rahasia orang tapi karna murni penasaran ditambah lagi amplopnya dalam keadaan terbuka) langsung saja kami buka amplop tersebut.
Masya Allah, Wuiiih, Ondeh Mandeh itulah kata yang keluar dari mulut kami. Bagaimana tidak amplop tadi berisikan Surau Kepemilikan Tanah Perusahaan Petronas Usaha Mandiri, Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) dan cek senilai Rp. 4.700.000.000,- . tak terduga arsip perusahaan plus cek senilai 4,7 milyar bisa jatuh dijalanan.
Tidak berlama-lama kami langsung calling no hp yang tertera di perusahaan itu atas nama HUSEN sebagai Direktur PT Petronas Usaha Mandiri. Ketika ditelfon lama sekali diangkatnya mungkin karna orang penting dan supersibukdan pas diangkatnya memang dia bilang lagi meeting. Tapi beberapa saat kemudian datang konfirmasi dari Bapak Husen yang menanyakan sekaligus mengecek kebenaran berita dari kami via sms. Dia minta dikirimkan Nama Kami, Nomor Registrasi dan NPWP perusahaannnya. Ya langsung saja kami kirimkan via sms juga. Yang bikin kaget lagi dia mau memberikan uang senilai 80 juta rupiah kepada kami sebagai ucapa terima kasih.
Dan disinilah timbil kecurigaan kami kalau ini semua merupakan bohongan bahkan boleh jadi penipuan. Ada beberapa hal yang bikin kami curiga, diantaranya:
1. Kenapa dokumen tersebut bisa tercecer di Padang apalagi di daerah kami Kalumbuk? Padahal PT tersebut beramalatkan di jakarta.
2. Dokumen serahasia itu kenapa sangat simpel sekali luarnya?
3. Kenapa ketika kami konfirmasikan ke Husen selaku direktur perusahaan di terkesan tidak terlalau peduli dengan dokumennya?
4. Masak seorang direktur perusahaan menghubungi kami via sms bukan telfon?
5. Kenapa begitu cepatnya dan mudahnya memberikan kami uang senilai 80 juta? Padahal kalau dibikin ulang tidak sampai menghabiskan biaya sebanyak itu.
6. Dan yang paling mencolok adalah arsip itu sendiri. Stempel dan tanda tangannya baik di SIUP dan cek kelihatan seperti hasil print out komputer. Apakah mungkin bank terima tanada tangan nasabahnya lewat print out komputer?
Karna penasaran siang harinya saya coba surfing di internet perihal kejadian ini. Dan ternyata banyak dokumen-dokumen serupa yang tercecer dan tersebar diberbagai wilayah indonesia. Dan ketika coba buka situs lainnya yang telah melakukan penelusuran setelah mendapatkan pengaduan dari masyarakat menyatakan bahwaPT Petronas Usaha Mandiri tidak pernah ada yang ada PT Petronas Niaga Indonesia. Lebih lanjut situs itu menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mendengarkan perintah mereka karna suara mereka bisa menghipnotis dan ujung-ujungnya meminta no rekening anda dan akan menguras isi rekening anda.
JADI WASPADALAH....... WASPADALAH.....
Sepintas amplop yang terlihat seperti kartu undangan pesta pernikahan tapi kalau dilihat dari dekat sungguh bikin kita ta’jub karna bertuliskan DOKUMEN RAHASIA. Bayangkan amplop itu merupakan kepunyaan sebuah PT yaitu PT Petronas Usaha Mandiri. Jadi makin bikin ta’jub plus bingung. Bagaimana bisa dokumen rahasia perusahaan bisa tercecer dijalanan.
Karna penasaran apa isi amplop tersebut (maaf bukannya pengen tahu rahasia orang tapi karna murni penasaran ditambah lagi amplopnya dalam keadaan terbuka) langsung saja kami buka amplop tersebut.
Tidak berlama-lama kami langsung calling no hp yang tertera di perusahaan itu atas nama HUSEN sebagai Direktur PT Petronas Usaha Mandiri. Ketika ditelfon lama sekali diangkatnya mungkin karna orang penting dan supersibukdan pas diangkatnya memang dia bilang lagi meeting. Tapi beberapa saat kemudian datang konfirmasi dari Bapak Husen yang menanyakan sekaligus mengecek kebenaran berita dari kami via sms. Dia minta dikirimkan Nama Kami, Nomor Registrasi dan NPWP perusahaannnya. Ya langsung saja kami kirimkan via sms juga. Yang bikin kaget lagi dia mau memberikan uang senilai 80 juta rupiah kepada kami sebagai ucapa terima kasih.
Dan disinilah timbil kecurigaan kami kalau ini semua merupakan bohongan bahkan boleh jadi penipuan. Ada beberapa hal yang bikin kami curiga, diantaranya:
1. Kenapa dokumen tersebut bisa tercecer di Padang apalagi di daerah kami Kalumbuk? Padahal PT tersebut beramalatkan di jakarta.
2. Dokumen serahasia itu kenapa sangat simpel sekali luarnya?
3. Kenapa ketika kami konfirmasikan ke Husen selaku direktur perusahaan di terkesan tidak terlalau peduli dengan dokumennya?
4. Masak seorang direktur perusahaan menghubungi kami via sms bukan telfon?
5. Kenapa begitu cepatnya dan mudahnya memberikan kami uang senilai 80 juta? Padahal kalau dibikin ulang tidak sampai menghabiskan biaya sebanyak itu.
6. Dan yang paling mencolok adalah arsip itu sendiri. Stempel dan tanda tangannya baik di SIUP dan cek kelihatan seperti hasil print out komputer. Apakah mungkin bank terima tanada tangan nasabahnya lewat print out komputer?
Karna penasaran siang harinya saya coba surfing di internet perihal kejadian ini. Dan ternyata banyak dokumen-dokumen serupa yang tercecer dan tersebar diberbagai wilayah indonesia. Dan ketika coba buka situs lainnya yang telah melakukan penelusuran setelah mendapatkan pengaduan dari masyarakat menyatakan bahwa
JADI WASPADALAH....... WASPADALAH.....
GET UPDATE VIA EMAIL
Dapatkan kiriman artikel yang terbaru
Dari Kami langsung ke email anda!
Dari Kami langsung ke email anda!


0 Komentar Kawan2:
Posting Komentar
Silahkan isi komentar! By: Rank Jamback Jirat Koebang!