Webmasters, Klik di sini dan dapatkan buku tamu gratis!

Hebat!!! Patut Jadi Tauladan, Mahmoud Ahmadinejad

By Dafa | Minggu, November 30, 2008 | 0 Komentar Kawan2

Mudah-mudahan di pemilu yang akan datang kita akan memiliki Presiden seperti ini
Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:
"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:
"Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .."
Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga dan terheran-heran :

1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan
Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu
kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP,
lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler
untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya
dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan,
ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan.Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi,atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar
karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi.
Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut,
kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.

12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka

13. Bahkan ketika suara azan berkumandang,ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa
14. baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden
Lihat aja makanannya cuman ada Pisang,Jeruk,Apel









Persiapan Menuju Akhirat

By Dafa | Kamis, November 27, 2008 | 0 Komentar Kawan2



Saudaraku, berikut ini merupakan bekal bagi kita untuk menuju alam akhirat. Dengan bekal ini diharapkan perjalanan panjang yang akan kita lalui menjadi mudah. Dan semoga Allah subhanahu wata’ala memudahkan kita semua dalam melewati alam barzakh, makhsyar, hisab, mizan, dan sirath. Bekal-bekal tersebut di antaranya adalah:

1. Keimanan kepada Allah subhanahu wata’ala, malaikat, kitab-kitab, para Rasul-Nya dan hari Akhir serta Qadar baik dan buruk.

2. Menjaga shalat fardhu lima waktu di masjid dengan mengerjakannya secara berjama'ah pada waktunya, dengan penuh kekhusyu'an dan mema-hami makna-maknanya. Sedangkan bagi wanita, shalat di rumah adalah lebih utama.

3. Mengeluarkan zakat wajib pada waktunya sesuai dengan ukuran dan sifat-sifatnya yang telah disyari'atkan.

4. Puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala dari Allah subhanahu wata’ala.

5. Haji yang mabrur, sebab tiada balasan baginya kecuali surga dan berumrah di bulan Ramadhan yang pahalanya setara haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

6. Mengerjakan hal-hal yang sunnah, yaitu yang di luar shalat lima waktu, zakat, puasa dan haji. Dalam hadits Qudsi, Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya,
"Dan senantiasalah hamba-Ku mende-katkan diri kepada-Ku dengan hal-hal yang sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. Al-Bukhori dan Ahmad)

7. Segera bertaubat yang sebenarnya dari semua perbuatan maksiat dan munkar serta bertekad untuk memanfaatkan waktu-waktu yang tersedia dengan memperbanyak istighfar, dzikir, dan beragam jenis keta'atan.

8. Berbuat ikhlas kepada Allah subhanahu wata’ala dan meninggalkan riya' dalam segala urusan. (Baca: QS. Al-Bayyinah: 5)

9. Mencintai Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya yang hanya bisa terealisir dengan mengikuti Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. (Baca: QS. Ali 'Imran: 31)

10. Mencinta karena Allah, membenci karena Allah, loyal karena Allah dan memusuhi karena Allah. Dan konsekuensi dari hal ini adalah mencintai kaum Mukminin sekali pun mereka jauh dan membenci orang-orang kafir sekali pun mereka dekat.

11. Takut kepada Allah subhanahu wata’ala, Yang Maha Agung, mengamalkan wahyu-Nya, rela hidup berkekurangan serta bersiap diri menyambut hari kepergian (saat kematian). Inilah hakikat takwa.

12. Bersabar atas bencana yang menimpa, bersyukur di saat mendapatkan kesenangan, merasa selalu dalam pengawasan Allah subhanahu wata’ala dalam setiap kondisi serta berharap mendapatkan karunia dan pemberian-Nya.

13. Bertawakkal dengan baik kepada Allah subhanahu wata’ala. (Baca: QS. Al-Ma'idah: 23)

14. Menuntut ilmu yang bermanfa'at dan berusaha untuk menyebarkan dan mengajarkannya. (Baca: QS. Al-Mujadilah: 11; Ali 'Imran: 187)

15. Mengagungkan al-Qur'an dengan mempelajari dan mengajarkannya, menjaga batasan-batasan dan hukum-hukumnya, mengetahui halal dan haramnya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
"Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Al-Bukhari)

16. Berjihad di jalan Allah, murabathah di jalan-Nya, tegar menghadapi musuh dan tidak lari dari medan peperangan. Hal ini berdasar-kan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
"Janganlah kamu mengangankan bertemu musuh, mintalah keselamatan kepada Allah; jika kamu bertemu mereka, maka bersabarlah dan ketahuilah bahwa surga berada di bawah kilatan pedang." (Muttafaqun 'alaih)

17. Menjaga lisan dari hal-hal yang diharamkan seperti berdusta, ghibah (menggunjing), namimah (mengadu-domba), mencaci, melaknat, berkata kotor dan musik. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam." (Muttafaqun 'alaih)

18. Menepati janji, menunaikan amanah, tidak berkhianat dan licik. (Baca: QS. Al-Ma'idah: 1; QS. Al-Baqarah: 283)

19. Tidak melakukan zina, minum khamer, membunuh jiwa yang diharamkan Allah subhanahu wata’ala kecuali dengan haq, berbuat zhalim, memakan harta orang lain secara batil, memakan riba dan memakan sesuatu yang secara syari'at bukan miliknya. (Baca: QS. Al-A'raf: 33)

20. Wara' (menjaga kesucian diri) dalam hal makanan dan minuman serta menghindari sesuatu yang tidak halal darinya. (Baca: QS. Al-Maidah: 3)

21. Berbakti kepada kedua orangtua, menyambung tali rahim, mengunjungi teman-teman, bersabar atas tingkah polah mereka, mengupayakan berbuat baik, terhadap orang dekat atau pun jauh.. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Barangsiapa yang memenuhi hajat saudaranya, niscaya Allah akan memenuhi hajatnya dan barangsiapa yang menghilangkan satu dari kesulitan-kesulitan di dunia yang dihadapi seorang mukmin, niscaya Allah akan menghilangkan satu dari kesulitan-kesulitan di hari Kiamat yang dihadapinya." (Muttafaqun 'alaih)

22. Menjenguk orang sakit, berziarah kubur, mengiringi jenazah, sebab hal itu dapat mengingatkan akhirat dan membuat zuhud dalam kehidupan di dunia.

23. Tidak memakai pakaian yang diharamkan seperti sutera, emas, tidak berpakaian melebihi mata kaki bagi laki-laki (Isbal) dan menggunakan bejana-bejana yang terbuat dari emas dan perak untuk makan dan minum.

24. Berhemat dalam nafkah, menjaga nikmat dan tidak berbuat mubazir. (Baca: QS. Al-Isra': 26)

25. Tidak dengki, iri, memusuhi, saling membenci dan menjatuhkan kehor-matan kaum Muslimin dan Muslimah dengan tanpa haq.

26. Beramar ma'ruf nahi munkar, berdakwah mengajak orang kepada Allah subhanahu wata’ala dengan cara hikmah dan Mau'izhoh Hasanah.

27. Berlaku adil terhadap manusia, tolong-menolong dalam berbuat kebajikan dan takwa. (Baca: QS. Al-An'am: 152)

28. Berakhlak mulia seperti Tawadhu' (rendah hati), kasih sayang, lemah lembut, malu, halus hati, menahan emosi, dermawan, tidak sombong, angkuh, dan sebagainya.

29. Menjalankan hak-hak anak-anak dan isteri secara penuh dan mengajarkan mereka masalah-masalah agama yang diperlukan.(Baca: QS. At-Tahrim: 06)

30. Memberi salam dan membalasnya, mendoakan orang yang bersin, memuliakan tamu dan tetangga, menutupi aib pelaku maksiat semampunya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Barangsiapa yang menutupi (aib) saudaranya sesama muslim, maka Allah akan menutupi (aibnya) pada hari Kiamat." (Muttafaqun 'alaih)

31. Zuhud di dunia, pendek angan-angan sebelum ajal menjemput.

32. Cemburu (sensitif) terhadap kehormatan, memicingkan mata dari hal-hal yang diharamkan

33. Menghindari hal yang sia-sia dan bermain-main serta melakukan perkara-perkara positif.

34. Mencintai shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan ke-luarga beliau (pen), berlepas diri dari orang-orang yang membenci atau men-cela mereka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Barangsiapa yang mencela para shahabatku, maka atasnya laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia." (HR. Ath-Thabarani, dinilai Hasan oleh Syaikh Al-Albani)

35. Mendamaikan sesama manusia, menengahi beda pendapat di antara dua orang yang berselisih pendapat sehingga jurang perselisihan dan perpecahan tidak meluas

36. Tidak mendatangi dukun, ahli nujum, para tukang sihir, para peramal dan sebagainya

37. Wanita hendaknya patuh terhadap suaminya, menjaganya dalam harta, anak dan ranjangnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
"Bila seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan mena'ati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, “Masuklah ke surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki.!” (HR. Ibnu Hibban, dinilai Shahih oleh Syaikh Al-Albani)

38. Tidak berbuat Bid'ah (mengada-ada) di dalam agama atau menyeru kepada kebatilan dan kesesatan.

39. Kaum wanita hendaknya tidak menyambung rambutnya dengan rambut lain (menyanggul atau rambut Wig), tidak mentato, mencukur alis, meratakan gigi dengan tujuan hanya untuk mempercantik diri.

40. Tidak mematai-matai kaum Muslimin dan mengungkap aurat serta menyakiti mereka.





Misteri Tanda Syahid Amrozi cs-Wallahu a'lam

By Dafa | Senin, November 17, 2008 | 3 Komentar Kawan2


Tiada kata yang terucap melainkan kalimat takbir, ALLAHU AKBAR, atas kondisi jenasah ketiga syuhada Bali. Betapa tidak, ketiga syuhada tersebut sangat jelas menampakkan tanda-tanda sebagai syahid seperti yang biasa ditemui di kancah peperangan, meski mereka 'tidak sedang berperang' melawan musuh Islam.

Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya Kantor Berita Islam Muslimdaily.net mendapat ijin dari pihak keluarga, yang diwakili oleh Bp. Ali Fauzi, untuk mempublikasikan photo dua mujahid Bali yakni Amrozi dan Ust. Mukhlas. Bp Ali Fauzi berpesan agar photo ini disebarluaskan untuk memberikan bukti nyata atas misteri dan polemik yang terjadi ke atas Mujahid Bali, terutama Syuhada Tenggulun, terkait status mereka, apakah mati syahid atau tidak. Disamping itu memberikan hikmah nyata kepada seluruh kaum Muslimin bahwa perjuangan Islam yang mereka lakukan benar-benar ikhlas untuk tingginya kalimat Allah, dan bukan sekedar untuk aksi pamer.

Sebagaimana syuhada yang gugur dalam medan jihad, photo kedua syuhada Tenggulun terlihat tersenyum dengan barisan gigi yang terlihat rapi. Apalagi yang terjadi dengan Amrozi. Senyuman khas "The Smiling Bomber" yang seiring dengan kedua mata yang terbuka, terlihat seakan-akan bertemu dengan sesuatu yang membuat kagum. Mungkin sepasang bidadari yang menyambut ramah.

Kondisi tak jauh berbeda terjadi dengan jenasah Ust. Mukhlas. Ulama yang jago berorasi ini memperlihatkan senyuman dengan mata yang juga terbuka. Wajah bersih pun menjadi pertanda yang lain. Wajah bersih yang juga dimiliki oleh sang "Mujahid Hacker," Imam Samudera alias Abdul Azis. Imam memperlihatkan wajah tampan dan bersih, persis dengan kondisi Ust. Mukhlas.

Disamping analisis photo ketiga Mujahid Bali tersebut, keterangan dari lapangan makin memperkuat bukti bahwa ketiga pelaku aksi jihad tersebut adalah para Mujahidin, mereka telah memiliki niat yang tulus dan menemui kematian sebagai seorang syuhada. Berikut adalah bukti dan persaksian dari lapangan.

1. Salah satu pelayat yang kebetulan ikut hadir di kediaman Hj. Tariyem adalah Ust. Abdul Rachim Ba'asyir. Menyaksikan bahwa ketika keranda jenasah masuk dan kain penutup keranda dibuka, sontak tercium bau wangi yang menyebar ke seluruh ruangan.. Kejadian ini sempat membuat keheranan para pelayat, karena didalam ruangan yang sempit tersebut udara sangat pengap dan pengunjung berjubel dalam satu ruangan. Bila merupakan wangi dari minyak wangi, tak akan mampu mengalahkan bau badan para pengunjung dan tidak akan dapat memberikan aroma dengan kadar wangi yang sama." Allahu Akbar. Itu bukan bau minyak wangi. Bukan. Tapi bau wangi dari asy syahid," kata beliau.

2. Selain itu, masih menurut Ust, Abdul Rachim, ketika kain penutup wajah dari Ust. Mukhlas di buka, terlihat jelas bulir-bulir keringat menempel di bagian muka. Kondisi yang sama yang terjadi dengan mereka yang masih hidup dan dalam kondisi kegerahan. Seakan Ust. Mukhlas merasakan kegerahan yang sama yang dengan kegerahan yang dialami oleh para pelayat beliau.

3. Sebagaimana dilansir oleh beberapa media nasional, seperti detik.com, nampak jelas terlihat fenomena datangnya tiga burung hitam di atas kediaman syuhada. Ketiga burung ini jelas bukan burung Gagak seperti yang banyak diberitakan di media, karena memiliki leher yang panjang. Mereka datang begitu saja berputar-putar selama kurang lebih tujuh menit, dan kemudian pergi berpencar. Dua burung hitam terbang ke arah Timur, mereka merepresentasikan diterimanya amalan jihad Ust Mukhlas dan Amrozi, dan satu burung hitam terbang ke Barat, sebagai pertanda syahid atas diri 'Mujahid Hacker' Imam Samudera. Fenomena datangnya burung hitam ini sempat membuat suasana haru dengan teriakan takbir para pelayat.

4. Seperti penuturan adik kandung Imam Samudera, Lulu Jamaludin, kakaknya menampakkan keanehan ketika akan dimasukkan dalam liang lahat. Bau wangi juga tercium dari jenasah Imam. Selain itu luka bekas tembakan peluru tajam terus menerus mengalirkan darah segar. Aliran darah ini keluar seperti yang terjadi dengan seseorang yang masih hidup ketika terluka. Masih menurut Lulu juga, wajah kakaknya lebih bersih dan tampan dari biasanya.

5. Kabar terakhir baru saja diterima oleh salah satu kru muslimdaily.net. Beberapa hari yang lalu, tepatnya tiga hari setelah pemakaman Amrozi dan Ust. Mukhlas, keluarga Hj. Tariyem meminta beberapa orang untuk menjaga makam. Hal ini dilakukan untuk menghindari dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa diantara mereka yang ikut jaga adalah Sumarno, Baror, Rosyidin, Mashudi dan beberapa santri pondok Al Islam Tenggulun Lamongan. Mereka mengatakan mencium bau wangi keluar dari dalam kubur (makam). Bau wangi yang sama saat mereka pertama kali membuka kain penutup jenasah syuhada. Namun, bau wangi ini bukan seperti bau dari minyak wangi yang biasa mereka pakai atau dipakai oleh orang kebanyakan.

Jelas sudah keterangan yang diberikan Allah s.w.t. lewat kebesaran-Nya. Meski banyak pihak yang membantah, memberikan suara sumbang, dan menggalang opini massa untuk memojokkan status para Mujahid Bali, serta membuat makar melalui kaki tangan aparat pemerintah, namun Allah berkehendak lain. Dan siapakah sebaik-baik pembuat makar ? (far/MD)Tapi apapun alasannya, yang perlu digarisbawahi adalah bahwa para syuhada tidak butuh label MUI.






Chatting Dengan Malaikat!!

By Dafa | Kamis, November 06, 2008 | 2 Komentar Kawan2



[ -Malaikat- ]
BUZZ...!!! ... BUZZZZZ...!! !!! ..... BUZZZZZZZZZZZ. ..!!!!!!! !!!!!!

~01~
[ -zzod- ]
Bah...!!! Sapa seeh ini...!!! Nganggu aja...!!!
*heran* Gw invis kok masi ketauan juga yaa...???
~02~
[ -Malaikat- ]
Bro... Lu tade manggil Tuhan kagak...???
~03~
[ -zzod- ]
Manggil Tuhan...??? Berdoa kamsut lu...??? Yoiii...
Btw, ini sapa seeh...???
~04~
[ -Malaikat- ]
Ini gw, si Malaikat Cupu...
Gw masih baru di-create ama Tuhan, masih level-1 Bro...
*max level-25*
Gw diutus Tuhan tuk ngerespon doa seseorang...
Saat ini gw diutus tuk ngerespon doa lu...
Btw, lu sering berdoa kagak Bro...???
~05~
[ -zzod- ]
o0O0o... si Malaikat Cupu...
Yup, gw emang sring berdoa... Spy gw ngerasa feel better aja...
*cemberut*
Tapi skrg gw lage sibuk banget neeh...!!! Tak close aja yah...
*kok ndak bisa...???*
~06~
[ -Malaikat- ]
Coba aja kalo bisa...??? Hehehe, Malaikat kok dilawan...
*bangga*
Btw, lu sibuk apa Bro...???
Gw liatin dari tade FS-an mulu kerjaan lu...!!!
Kalo gak gitu cuma bikin puisi, nge-blog, mbarbel, ... MBOKEP...!!!
*si Cupu lage marah*
Kerjain TA lu dodol biar cepet selese kuliah lu...!!!
Udah 25 taun blom lulus kuliah... blom dapet kerja... JOMBLO LAGI...!!!
*bla... bla... bla...*
~07~
[ -zzod- ]
*sedih* Hiks... kejam kali kau Malaikat...
Status jomblo gw lu ungkit2 lage... *teganya-teganya- teganya-. ..*
*tuing* Bro, lu punya database cewe2 cakep sedunia kagak...???
Copy-in gw dunk Bro...
Ntar lu gw bikinin puisi dech... *sok ngerayu*
~08~
[ -Malaikat- ]
Sabaaar Bro... Lu uda dijodohin oleh Tuhan kok... sama...
Cewe seiman, setia, penyayang, romantis, cuakep, alim, sexy, luthuw, dr keluarga baek2, ...
*asyiiiiiik. .. enyak-enyak- enyak...*
Pokoke chantique jasmani-rohani lah...!!!
*sak karepe dewe*
Begini Bro, mengenai masalah sibuk-menyibuk itu...
SEMUA MAKHLUK yg diciptain Tuhan itu PASTI SIBUK...!!!
Semut sibuk... Ulat sibuk... *bla... bla... bla...*
~09~
[ -zzod- ]
Entahlah, gw slalu aja ngerasa takada waktu luang...
Cepet banget rasanya waktu berjalan...
*sambil ngupil*
Barusan jam 7 pagi, gw nengok ke jam dinding tau2 udah jam 5 sore...
~10~
[ -Malaikat- ]
Begini Bro...
AKTIFITAS NGASIH KESIBUKAN... !!!
tapi...
PRODUKTIFITAS NGASIH HASIL...!!!
Ada lagi...
AKTIFITAS NGABISIN WAKTU...!!!
tapi...
PRODUKTIFITAS MBEBASIN WAKTU...!!!
Inget itu Bro...!!!
~11~
[ -zzod- ]
oO0Oo... *dapet upil gedhe* Gw ngerti...
Tp gimana2 gw tetep ngerasa slalu sibuk...
*sambil ngupil lage*
Itu bener2 tak terhindarkan. ..!!!
~12~
[ -Malaikat- ]
Dengerin neeh...
Gw pengen ngasih lu HINTS buat ngatasi manajemen waktu lu yg payah itu...!!!
Ini gak bakal lu temuin meski lu cari pake Google sgala...!!!
Percaya dech ama gw...!!!
~13~
[ -zzod- ]
*dapet upil garing* Ok, I'm listening...
*garuk2 kepala* Btw, gw pengen nanya...
Napa ya kok hidup ini slalu complicated. ..???
Seperti kebanyakan status cewe2 cakep di FS...
It's Complicated. ..???
~14~
[ -Malaikat- ]
Dengerin Bro...
JANGAN TERLALU BANYAK NGANALISA HIDUP...!!! JALANI AJA...!!!
Analisa2 berlebihan itulah yg bikin hidup lu jade complicated. ..
~15~
[ -zzod- ]
Kalo gitu napa kok gw jarang skali ngerasa happy atas kehidupan gw...???
Napa slalu ada rasa kuatir dlm hidup gw...???
~16~
[ -Malaikat- ]
Lu kuatir krn lu kebanyakan nganalisa...
Ngerasa kuatir jadi kebiasaan lu sehari-hari, Bro...
Krn itulah lu jarang banged ngerasa happy...
Inget Bro...
HARI INI ialah HARI ESOK yg LU KUATIRIN KEMAREN...!! !
~17~
[ -zzod- ]
Gimana mungkin gw happy kalo banyak banged ketakpastian dlm hidup ini...
Btw, kasi gw bocoran hidup gw 5 taun kedepan dunk... pliz...
~18~
[ -Malaikat- ]
Lu kok yakin bakal hidup 5 taun lage...??? Kalo saat ini jg gw cabut nyawa lu gmn...???
Bro... JANGAN PERNAH PERCAYA RAMALAN...!! !
Mereka itu cuma cari duit buat makan...!!! Kalo terjadi beneran itu cuma kebetulan aja...!!!
PERCAYALAH sama DIRIMU SENDIRI n DOA2 IKHLAS yg lu lakuin tiap hari...!!!
Btw, mengenai ketakpastian yg lu tanyain tade...
KETAKPASTIAN itu TAK BISA DIHINDARI... !!!
Itu uda aturan hidup Bro, tapi...
KUATIR itu PILIHAN...!! !
~19~
[ -zzod- ]
Tp gw kok sering ngalamin rasa sakit krn ketakpastian. ..???
~20~
[ -Malaikat- ]
Begini Bro...
RASA SAKIT itu juga TAK BISA DIHINDARI... !!!
tapi...
PENDERITAAN itu juga PILIHAN...!! !
~21~
[ -zzod- ]
Jika penderitaan itu pilihan, napa kok orang baik slalu menderita... ???
~22~
[ -Malaikat- ]
INTAN TAK DAPAT DIASAH TANPA GESEKAN...!! !
...
EMAS TAK DAPAT DIMURNIKAN TANPA API...!!!
artinya...
SEMUA ORANG HARUS LEWATI RINTANGAN TUK JADI LEBIH BAIK...!!!
Syaratnya...
HARUS SLALU POSITIF THINKING...! !!
~23~
[ -zzod- ]
Maksudnya pengalaman pahit itu berguna...?? ?
~24~
[ -Malaikat- ]
TENTU AJA...!!!
PENGALAMAN itu GURU YG TERBAIK...!! ! GURU YG KERAS...!!!
Diberi ujian dulu, baru pemahamannya. .. emang susah sih, krn itu...
HANYA ORANG2 PILIHAN YG PANTAS LULUS...!!!
But, I'm sure that U r one of them, Bro...
JUST TRUST URSELF...!!!
~25~
[ -zzod- ]
Thanx, Bro...
Tapi napa slalu aja ada masalah baru saat masalah yg lama udah selesai...?? ?
~26~
[ -Malaikat- ]
TIAP MASALAH ITU SYARAT TUK TINGKATKAN TIAP LEVEL KEKUATAN MENTAL LU...!!!
Kekuatan mental yg xtraordinary cuma bs kluar dr perjuangan dlm mengatasi tiap masalah...!! !
IF U LOSE SUMTHING it's ok, but DON'T LOSE THE LESSON...!!!
~27~
[ -zzod- ]
Sejujurnya gw sering binun kemana hrs melangkah...
~28~
[ -Malaikat- ]
Liat ke dlm diri lu sendiri...
SELALU INTROPEKSI DIRI...!!!
Jangan cuma ngandalin mata buat nentuin arah, tapi...
PAKE NURANI...!!!
Mata emang ngasih lu penglihatan, tapi...
NURANI NGASIH ARAH YG BENER...!!!
~29~
[ -zzod- ]
Sering kegagalan bikin gw menderita...
Apa yg hrs gw lakuin spy slalu sukses...??? Spy slalu berhasil...? ??
~30~
[ -Malaikat- ]
Begini Bro... Inget baek-baek...
KEBERHASILAN ITU UKURAN YG DIBUAT ORANG LAEN...!!!
tapi...
KEPUASAN ITU UKURAN YG DIBUAT DIRI SENDIRI...!! !
Ini langkah awal yg terpenting.. .
TENTUIN DOLO TUJUAN UTAMA HIDUP LU...!!!
Misal, apakah lu hidup tuk cari harta... ato cari pahala... ato dua2nya...
HAL TSB AKAN BIKIN HIDUP LU LEBIH HIDUP...!!!
Bekerjalah dg kompas, dg nurani lu...!!!
Biar aja orang lain berkejaran dg waktu... diperbudak waktu...
~31~
[ -zzod- ]
Saat sulit, gimana gw spy tetep termotivasi. ..???
Spy gak mudah patah smangat...?? ?
~32~
[ -Malaikat- ]
Slalu liat udah brapa jauh lu berjalan...
SELALU HITUNG N SYUKURI NIKMAT TUHAN YG ADA...!!!
Jangan pernah liat masih brapa jauh lu harus berjalan...
JANGAN PERNAH HITUNG APA YG TAK LU PEROLEH...!! !
~33~
[ -zzod- ]
Hmmm... Btw, apa yg menarik dr gw sbg seorang manusia biasa...???
~34~
[ -Malaikat- ]
Jika menderita SELALU tanya, "Mengapa harus gw...???"
tapi...
Jika bahagia TIDAK pernah tanya, "Mengapa harus gw...???"
~35~
[ -zzod- ]
Bener juga lu...
Tp kadang gw binun... siapa gw...??? mengapa gw disini...???
~36~
[ -Malaikat- ]
Jangan cari tau sapa diri lu, tapi...
TENTUIN INGIN JADI APA LU NANTI...!!!
Berhenti cari tau mengapa lu di sini, tapi...
CIPTAKAN TUJUAN HIDUP LU...!!!
Begini Bro...
HIDUP BUKANLAH PROSES PENCARIAN... !!!
tapi...
HIDUP ITU PROSES PENCIPTAAN.. .!!!
Karena itu...
CIPTAIN DIRI LU SENDIRI...!! !
BE URSELF...!!! BE UNIQUE...!!!
JANGAN SUKA NIRU GAYA ORANG LAEN...!!!
CREATE UR OWN STYLE...!!!
~37~
[ -zzod- ]
Gimana gw bs dapet yg terbaik dlm hidup gw ini...???
~38~
[ -Malaikat- ]
Bro... I have 3 simple steps just 4 U...
FACE UR PAST WITH NO REGRET...!!!
JANGAN SESALI masa lalumu... PERCUMA...!! ! Ambil saja hikmahnya... !!!
FACE THIS MOMENT WITH FULL OF FAITH...!!!
Selalu PERCAYA DIRI dg apa yg lu lakuin sekarang...! !!
FACE UR FUTURE WITH NO FEAR...!!!
JANGAN TAKUT untuk ambil resiko jika menurut lu itu yg terbaik...!! !
~39~
[ -zzod- ]
Nice... Last question...
Napa kok doa2 gw sering ndak dijawab...?? ?
~40~
[ -Malaikat- ]
TAK ADA DOA YG TAK DIJAWAB...!! !
Itu hanya...
BLOM TERLAKSANA krn emang waktunya blom tepat...
Ato bisa juga JAWABANNYA TIDAK...!!!
Tapi lu HARUS slalu ingat bahwa...
ITU SMUA DEMI KEBAIKAN LU SENDIRI...!! !
...
ALWAYS THINK POSITIVELY, BRO...!!!
~41~
[ -zzod- ]
Ouch...!!! Pantes ampe skrg gw masih jomblo... *sok tau*
~42~
[ -Malaikat- ]
Teguhlah dlm iman...!!!
BUANG SEMUA RASA TAKUT KECUALI PADA TUHAN...!!!
HIDUP itu MISTERI TUK DIPECAHKAN n BUKAN MASALAH TUK DISELESAIKAN. ..!!!
PERCAYA N SELALU BERFIKIR POSITIF PADA TUHAN...!!!
Hidup itu indah jika lu tau cara tuk hidup...
...
.....[ -Malaikat- ] has signed out.....
~43~
[ -zzod- ]
BUZZ...!!! ... BUZZZZZ...!! !!! ..... BUZZZZZZZZZZZ. ..!!!!!!! !!!!!!
...
Yuhuuu... Malaikat Cupu...
Gw blom nanya sapa jodoh gw neeh...
Yuuuuuuu... Huuuuuuuuuuuuuuu. ..
*hiks... hiks...*
...
BUZZ...!!! ... BUZZZZZ...!! !!! ..... BUZZZZZZZZZZZ. ..!!!!!!! !!!!!!!!! !!!!!
~44~
d'idea was originally taken from "Chatting dengan Tuhan"...
...
It was posted Thursday, June 30th, 2005 in Tony Thamrien's Blog... (tonythamrien. blogspot. com)
...
Remixed, Revalued, n Customized by -zzod- (MORE THAN JUST COPY-PASTE.. .!!!)
...
I just hope that U get sumthin' (+) from it, coz I did...!!!
...
Thanx Tony...!!! Thanx U very much, Bro...!!!
...



Ciri-Ciri Manusia Indonesia

By Dafa | Rabu, Oktober 22, 2008 | 1 Komentar Kawan2

Mochtar Lubis dalam bukunya “Manusia Indonesia Sebuah
Pertanggung
Jawaban” mennyebutkan beberapa ciri manusia Indonesia
antara lain:

Hipokritis alias munafik.(hal 23)
Berpura-pura, lain di muka - lain di belakang,
merupakan sebuah ciri
utama manusia Indonesia sudah sejak lama, sejak
meraka dipaksa oleh
kekuatan-kekuatan dari luar untuk menyembunyikan apa
yang sebenarnya
dirasakannya atau dipikirkannya ataupun yang
sebenarnya dikehendakinya, karena
takut akan mendapat ganjaran yang membawa bencana
bagi dirinya.

Segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya,
putusannya,
kelakuannya, pikirannya, dan sebagainya.( hal 26)
“Bukan saya’, adalah kalimat yang cukup populer di
mulut manusia
Indonesia. Atasan menggeser tanggung jawab tentang
suatu kegagalan pada
bawahannya, dan bawahannya menggesernya ke yang lebih
bawah lagi, dan
demikian seterusnya.

Berjiwa feodal. (hal 28)
Meskipun salah satu tujuan revolusi kemerdekaan
Indonesiaialah untuk
juga membebaskan manusia Indonesiadari feodalisme,
tetapi feodalisme
dalam bentuk-bentuk baru makin berkembang dalam diri
dan masyarakat manusia
Indonesia.

Sikap-sikap feodalisme ini dapat kita lihat dalam
tatacara upacara
resmi kenegaraan, dalam hubungan-hubungan organisasi
kepegawaian (umpamanya
jelas dicerminkan dalam susunan kepemimpinan
organisasi-organisa si
isteri pegawai-pegawai negeri dan angkatan
bersenjata), dalam pencalonan
isteri pembesar negeri dalam daftar pemilihan umum.
Isteri Komandan,
isteri menteri otomatis jadi ketua, bukan berdasar
kecakapan dan bakat
leadershipnya, atau pengetahuan dan pengalamannya
atau perhatian dan
pengabdiannya.

Masih percaya takhyul. (hal 32)
Dulu, dan sekarang juga, masih ada yang demikian,
manusia Indonesia
percaya bahwa batu, gunung, pantai, sungai, danau,
karang, pohon, patung,
bangunan, keris, pisau, pedang, itu punya kekuataan
gaib, keramat, dan
manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini
semua.

Kepercayaan serupa ini membawa manusia Indonesiajadi
tukang bikin
lambang. Kita percaya pada jimat dan jampe. Untuk
mengusir hantu kita
memasang sajen dan bunga di empat sudut halaman, dan
untuk menghindarkan naas
atau mengelakkan bala, kita membuat tujuh macam
kembang di tengah
simpang empat. Kita mengarang mantera. Dengan jimat
dan mantera kita merasa
yakin telah berbuat yang tegas untuk menjamin
keselamatan dan
kebahagiaan atau kesehatan kita.

Artistik. (hal 38)
Karena sifatnya yang memasang roh, sukma, jiwa, tuah
dan kekuasaan pada
segala benda alam di sekelilingnya, maka manusia
Indonesiadekat pada
alam. Dia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan
perasaannya, dengan
perasan-perasaan sensuilnya, dan semua ini
mengembangkan daya artistik
yang besar dalam dirinya yang dituangkan dalam segala
rupa ciptaan
artistik dan kerajinan yang sangat indah-indah, dan
serbaneka macamnya,
variasinyam warna-warninya.

Watak yang lemah. (hal 39)
Karakter kurang kuat. Manusia Indonesia kurang dapat
mempertahankan atau
memperjuangkan keyakinannya. Dia mudah, apalagi jika
dipaksa, dan demi
untuk ’survive’ bersedia mengubah keyakinannya.
Makanya kita dapat
melihat gejala pelacuran intelektuil amat mudah
terjadi dengan manusia
Indonesia.

Tidak hemat, dia bukan “economic animal”(hal 41)
Malahan manusia Indonesiapandai mengeluarkan terlebih
dahulu
penghasilan yang belum diterimanya, atau yang akan
diterimanya, atau yang tidak
akan pernah diterimanya.. Dia cenderung boros. Dia
senang berpakaian
bagus, memakai perhiasan, berpesta-pesta. Hari ini
ciri manusia
Indonesiamenjelma dalam membangun rumah mewah, mobil
mewah, pesta besar, hanya
memakai barang buatan luar negeri, main golf,
singkatnya segala apa yang
serba mahal.

Lebih suka tidak bekerja keras (hal 42), kecuali kalau
terpaksa
Gejalanya hari ini adalah cara-cara banyak orang ingin
segera menjadi
“miliuner seketika”, seperti orang Amerika membuat
instant tea, atau
dengan mudah mendapat gelar sarjana sampai memalsukan
atau membeli
gelar sarjana, supaya segera dapat pangkat, dan dari
kedudukan berpangkat
cepat bisa menjadi kaya.

Manusia Indonesiakini tukang menggerutu (hal 43)
tetapi menggerutunya tidak berani secara terbuka,
hanya jika dia dalam
rumahnya, atau antara kawan-kawannya yang sepaham
atau sama perasaan
dengan dia.
Cepat cemburu dan dengki terhadap orang lain yang
dilihatnya lebih dari
dia.

Manusia Indonesia juga dapat dikatakan manusia sok (hal
43)
Kalau sudah berkuasa mudah mabuk berkuasa. Kalau kaya
lalu mabuk harta,
jadi rakus.

Manusia Indonesiajuga manusia tukang tiru
Kepribadian kita sudah terlalu lemah. Kita tiru
kulit-kulit luar yang
memesonakan kita. Banyak nyang jadi koboi cengeng
jika koboi-koboian
lagi mode, jadi hipi cengeng jika sedang musim hipi.

Masih ada lebih banyak lagi ciri-ciri manusia
Indonesiayang dipaparkan
oleh Muchtar Lubis, namun saya pikir lebih baik jika
Anda membaca
sendiri bukunya, agar bisa mendapatkan pemahaman yang
lebih utuh.
Hingga saat ini pun kalo boleh dibilang manusia
Indonesia itu unik.


Luv

zee




Jokes

| 0 Komentar Kawan2




-

PENCAK SILAT

>>
>>Satu ketika teman saya pulang kerja, tapi ia salah
>>memasukkan nomor alarm karena lupa. Tiba-tiba polisi
>>datang, karena nomor yang dimasukkan salah maka alarm
>>secara otomatis langsung terhubung ke 911.
>>
>>Polisi bertanya dari mobilnya sambil senapan diarahkan
>>kepada teman saya, katanya, "Where do you come from,
>>Sir?"
>>
>>Teman saya menjawab, "Indonesia Sir!"
>>
>>Kebetulan si polisi ini waktu ia dinas di California
>>sempat belajar pencak silat sama orang indonesia.
>>Kemudian polisi ini bertanya, "Do you know pencak
>>silat?"
>>
>>"Yes, Sir!" teman saya menjawab sambil ketakutan,
>>"PANCASILA: Satu, Ketuhanan Yang Mahaesa, Dua ....
>>(dst.)"
>>
>>
>>
>>BEDA
>>
>>Tiga cowok temen kuliah ketemu di sebuah cafe.
>>
>>Bejo : Eh, Blo, kalo gak salah dulu kamu pacaran sama
>>Dewi. Kenapa gak jadi menikah?
>>
>>Tablo : Ortuku nggak setuju. Beda agama. Eh, kamu sama
>>Cintya, gimana?
>>
>>Bejo : Ortuku gak setuju. Beda etnik.
>>
>>Temen ketiga, Jeko diam. Tablo dan Bejo menatapnya.
>>Berdua tanya, "Eh, Ko, gimana hubunganmu sama Karen
>>Katanya bubar juga, kenapa?
>>
>>Jeko menarik napas : beda kelamin...!
>>
>>
>>
>>LOGIKA
>>
>>Di sebuah sekolah dasar, suatu saat seorang guru
>>bertanya pada salah satu muridnya:
>>
>>Bu Guru : "Hei Udin tolong jawab pertanyaan ibu
>>yaach..., Kalo ada 5 ekor burung di jendela, kemudian
>>ditembak satu, berapa yang masih tertinggal??????"
>>
>>Udin : "Habis dong Bu, kan lainnya pada terbang"
>>
>>Bu Guru : "Salah, harusnya dijawab masih tinggal 4
>>ekor, tapi saya seneng kok cara kamu berpikir....."
>>
>>Di saat yang lain Udin balik bertanya pada Bu Guru.
>>
>>Udin : "Bu Guru tolong jawab pertanyaan saya...Kalo
>>ada tiga orang cewek, masing-masing membawa es krim,
>>cewek pertama makan es krim dengan menggenggam
>>contongnya, yang kedua dengan menjilati es krim
>>tersebut, yang ketiga langsung mengulumnya, Manakah
>>diantara cewek itu yang sudah menikah?"
>>
>>Bu Guru : "Haaahhhh ..... pasti yang makannya dengan
>>mengulum langsung yaaaa"
>>
>>Udin : "Salah..... harusnya dijawab yang sudah pake
>>cincin kawin, tapi saya senang lihat cara berpikir Bu
>>Guru"
>>
>>Bu Guru : ??!!!#@$%^
>>
>>
>>
>>DUNGU
>>
>>Diruang kuliah, seorang dosen senior sedang memarahi
>>mahasiswanya:
>>
>>"menjawab saja tidak becus, eh malah bercanda dan
>>ngobrol seenaknnya. Skarang sia-sia disini, yang
>>merasa dungu BERDIRI !!!! " sang dosen membentak.
>>
>>Beberapa menit suasana hening. TIba-tiba dari bangku
>>belakang seorang mahasiswa berdiri.
>>
>>" Jadi kamu yakin betul, kamulah si dungu itu ??? "
>>
>>" Bukan begitu pak, saya cuma tidak tega melihat Bapak
>>berdiri sendiri."
>>
>>
>>
>>ISTRI LEGISLATIF YANG SETIA
>>
>>Ada seorang anggota legislatif yg sangat makmur sedang
>>santai menikmati sore di rumah mewah mereka yang baru.
>>Kemudian terjadilah percakapan yang mengerikan ini.
>>
>>Istri (I): Pa, apa benar kamu nggak pernah selingkuh
>>atau tidur dengan wanita lain? ceritakan saja, aku
>>nggak marah kok. Kan bagaimanapun semua itu telah
>>berlalu.
>>
>>Suami (S) : sumpah, nggak pernah ma, lalu kalo kamu
>>apa pernah, ma?
>>
>>I : sebenarnya pernah sih, tapi kamu jangan marah ya.
>>Inget nggak waktu kamu dulu pulang dengan loyo karena
>>lamaran kerjamu ke perusahaan itu ditolak dan besoknya
>>tiba tiba kamu dipanggil masuk kerja? Saya datangi
>>bossmu di kantor dan saya memuaskan dia.
>>
>>S : (sambil menelan liur) eh.. masa cuma itu, ada
>>nggak yang lain?
>>
>>I : masih ada juga sih, waktu dulu kamu mengajukan
>>kenaikan gaji dan ditolak namun kemudian dinaikkan dua
>>kali lipat, malam itu saya datangi rumah bossmu dan
>>saya kenyangkan dia semalam suntuk.
>>
>>S : (gluk..) trus cuma itu?
>>
>>I : sebenarnya sih ada lagi, tapi terpaksa, habis
>>gimana lagi. Masih ingat nggak waktu itu kamu
>>mengikuti pemungutan suara untuk calon legislatif dan
>>masih kurang 150 suara lagi untuk menang?
>>
>>S : (braaaak .....) pingsan.
>>
>>
>>
>>KISAH BOS DAN PIZZA BOY
>>
>>Seorang bos di sebuah perusahaan besar tiba-tiba
>>melakukan inspeksi mendadak ke pabriknya untuk melihat
>>kinerja para karyawannya. Di pabrik keempat, ia
>>menemukan seorang pria muda yang tengah bersandar di
>>dekat pintu, nampaknya ia tengah bersantai. Semua
>>pekerja yang ada diruangan itu tengah sibuk bekerja,
>>kecuali dirinya.
>>
>>Si bos segera menghampir pemuda tersebut dan bertanya,
>>"Berapa gajimu seminggu?"
>>
>>Dengan sedikir terkejut, pemuda itu melihat ke arah si
>>bos dan berkata, "Hmmmm sekitar 100.000 per minggu,
>>kenapa memangnya?"
>>
>>Si bos mengeluarkan dompetnya dan mengambil dua lembar
>>uang 100 ribu-an. Ia mengulurkannya pada si pemuda,
>>"Ini gajimu untuk dua minggu dan cepat pergi dari
>>sana. Aku tak mau melihatmu lagi."
>>
>>Dengan keterkejutan luarbiasa dan juga takut, si
>>pemuda segera meninggalkan tempat tersebut tanpa
>>banyak bicara.
>>
>>Lalu dengan muka berwibawa si bos melihat para stafnya
>>yang sedari tadi memperhatikan adegan itu.
>>
>>"Adakah yang tahu, dari divisi manakah pemuda pemalas
>>tersebut," tanyanya. Suana menjadi hening sampai
>>akhirnya seorang staf menjawab dengan sedikit
>>ketakutan, "Ia tak bekerja disini. Ia adalah pengantar
>>pizza dari yang mengatar pesanan personalia."
>>
>>
>>
>>SEPULUHAN
>>
>>Seorang pria merasa tidak enak badan. Ia mengunjungi
>>seorang dokter untuk pemeriksaan menyeluruh.
>>
>>Setelah pria tersebut menunggu agak lama, dokter itu
>>keluar sambil membawa hasil pemeriksaan.
>>
>>Dokter : "Maaf saya harus mengatakan hal yang sangat
>>buruk kepada Bapak"
>>
>>Pria : "Kenapa Dok ?"
>>
>>Dokter : "Keadaan anda sedang sekarat. Hidup anda
>>tinggal sebentar lagi..."
>>
>>Pria : "Masih berapa lama lagi Dok ?"
>>
>>Dokter : "Sepuluh."
>>
>>Pria : "Sepuluh apa Dok ? Sepuluh tahun, sepuluh bulan
>>atau sepuluh minggu?"
>>
>>Dokter : "Sembilan...."
>>
>>Pria : "Haaaaaaaaaaaa......."
>>
>>Dokter : "Delapan.... Tujuh .. Enam .."
>>
>>
>>
>>TENGGELAM
>>
>>Suatu hari seorang penyelam sedang melihat-lihat
>>terumbu karang pada kedalaman 8 meter. Tiba-tiba ia
>>melihat seseorang berada disampingnya. Ia terkejut
>>karena orang tersebut nggak memakai peralatan selam.
>>
>>Penyelam lalu turun lagi sampai ke kedalaman 15 meter.
>>Ia terkejut melihat orang yang tadi disebelahnya
>>menyusulnya. Penyelam turun lagi, sampe 25
>>meter...cing eh..orang yang tadi turut ngikutin sampe
>>di 25 meter.
>>
>>Penyelam makin heran, dan ia mendekati orang tersebut
>>sambil memberikan white board dengan pensil 2 B -nya
>>dengan tulisan: " Hebat bener kamu...gimana caranya
>>sampe ke kedalaman begini tanpa memakai alat selam?"
>>
>>Orang itu mengambil white boardnya dan menulis: " Gua
>>tenggelam, Goblok!"

ole0.bmp






Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

By Dafa | Minggu, Oktober 19, 2008 | 1 Komentar Kawan2


Story From Friend
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya... Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia...


Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
"Makanlah nak, aku tidak lapar" ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ———-KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ———-KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ———-KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan" ———-KEBOHONGA N IBU YANG KEDELAPAN.


Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! "
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi.. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik.. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.I U, MAMA! love






Aku Menangis Untuk Adikku

By Dafa | Sabtu, Oktober 11, 2008 | 0 Komentar Kawan2


Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil.
Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan
punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik,
tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sendari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.

"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah,
kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"

Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!"

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa
mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah
terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..."
Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?" Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku."
Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini."

Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke
universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah.. Saya akan pergi mencari
kerja dan mengirimu uang." Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku
berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi
konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas). Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, " Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana !
"Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku?
Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"
Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?"
Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..."
Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."
Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi.
Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis.
Tahun itu, ia berusia 20, Aku 23. Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku
pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!"

Tetapi katanya, sambil tersenyum,
"Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya.
"Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan
itu tidak menghentikanku bekerja dan..."
Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23, Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota . Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."
Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan.

Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah
kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu
menolak menjadi manajer?
Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?" Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya.
"Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"
Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang
sepatah-sepatah:
"Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"
"Mengapa membicarakan masa lalu?"
Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab,
"Kakakku."
Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.
"Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di
rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.
Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku."
Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.


love



sister












KISAH TUKANG TEMPE

By Dafa | Rabu, Oktober 08, 2008 | 2 Komentar Kawan2

Adalah seorang ibu setengah baya yang sehari-harinya berjualan tempe buatan sendiri di desanya. Suatu hari, seperti biasanya, pada saat ia akan pergi ke pasar untuk menjual tempenya, ternyata pagi itu, tempe yang terbuat dari kacang kedele masih belum jadi tempe alias masih setengah jadi.
Ibu ini sangat sedih hatinya, sebab jika tempe tersebut tidak jadi berarti ia tidak akan mendapatkan uang karena tempe yang belum jadi tentunya tidak laku dijual. Padahal mata pencaharian si ibu satu-satunya hanyalah dari menjual tempe saja agar ia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Dalam suasana hatinya yang sedih, si ibu yang memang aktif beribadah teringat akan Tuhan yang menyatakan bahwa Tuhan dapat melakukan perkara-perkara ajaib, bahwa bagi Tuhan tiada yang mustahil.
Lalu ia pun menumpangkan tangannya di atas tumpukan beberapa batangan kedele yang masih dibungkus dengan daun pisang tersebut."Tuhan, aku mohon kepadaMu agar kedele ini menjadi tempe .
"Amin". Demikian doa singkat si Ibu yang dipanjatkannya dengan sepenuh hati. Ia yakin dan percaya pasti Tuhan menjawab doanya.
Lalu, dengan tenang ia menekan-nekan bungkusan bakal tempe tersebut dengan ujung jarinya.D engan hati yang deg-deg-an, Ia mulai membuka sedikit bungku sanny a untuk melihat mukjijat kedele jadi tempe terjadi.
Namun apa yang terjadi? Dengan kaget dia mendapati bahwa kedele tersebut masih tetap kedele!Si Ibu tidak kecewa .
Ia berpikir bahwa mungkin doanya kurang jelas didengar Tuhan. Lalu kembali ia menumpangkan tangan di atas batangan kedele tersebut.
"Tuhan, aku tahu bahwa bagiMu tiada yang mustahil. Tolonglah aku supaya hari ini aku bisa berdagang tempe karena itulah mata pencaharianku. Aku mohon jadilah ini menjadi tempe .
"Amin."Dengan Iman, Iapun kembali membuka sedikit bungkusan tersebut. Lalu apa yang terjadi? Dengan kaget ia melihat bahwa kacang kedele tersebut???. ........ ........masih tetap begitu !
Sementara hari semakin siang dimana pasar tentuny aakan semakin ramai.Si ibu dengan tidak merasa kecewa atas doanya yang belum terkabul, merasa bahwa bagaimanapun sebagai langkah iman ia akan tetap pergi ke pasar membawa keranjang berisi barang dagangannya itu.
Ia berpikir mungkin mujijat Tuhan akan terjadi ditengah perjalanan ia pergi ke pasar. Lalu ibu itu punbersiap-siap untuk berangkat ke pasar. Semua keperluannya untuk berjualan tempe seperti biasanya sudah disiapkannya.
Sebelum beranjak dari rumahnya, ia sempatkan untuk menumpangkan tangan sekali lagi.
"Tuhan, aku percaya Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju pasar, Engkau akan mengadakan mukjijat buatku.
"Amin." Lalu ia punberangkat.
Di sepanjang perjalanan ia tidak henti-hentinya berdoa. Tidak lama kemudian sampailah ia di pasar. Dan seperti biasanya ia mengambil tempat untuk menggelar barang dagangannya.
Ia yakin bahwa tempenya sekarang pastisudah jadi. Lalu iapun membuka keranjangnya dan pelan-pelan menekan-nekan dengan jarinya bungkusan tiap bungkusan yang ada.
Perlahan ia membuka sedikitdaun pembungkusnya dan melihat isinya.Apa yang terjadi? Ternyata saudara-saudara. .... ......... ...tempenya benar benar....... ..... . ......... belum jadi !
Si Ibu menelan ludahnya. Ia tarik napas dalam-dalam. Ia mulai kecewapada Tuhan karena doanya tidak dikabulkan.
Ia merasa Tuhan tidak adil. Tuhan tidak kasihan kepadanya. Ia hidup hanya mengandalkan hasil menjual tempe saja.
Selanjutnya, ia hanya duduk saja tanpa menggelar dagangannya karena ia tahu bahwa mana ada orang mau membeli tempe yang masih setengah jadi. Sementara hari semakin siang dan pasar sudah mulaisepi dengan pembeli.
Ia melihat dagangan teman-temannya sesama penjual tempe yang tempenya sudah hampir habis. Rata-rata tinggal sedikit lagi tersisa.
Si ibu tertunduk lesuh. Ia seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan hidupnya hari itu. Ia hanya bisa termenung dengan rasa kecewa yang dalam. Yang ia tahu bahwa hari itu ia tidak akan mengantongi uangs epeserpun.
Tiba-tiba ia dikejutkan dengan sapaan seorang wanita."Bu?! Maaf ya, saya mau tanya. Apakah ibu menjual tempe yang belum jadi? Soalnya dari tadi saya sudah keliling pasar mencarinya."
Seketika si ibu tadi terperangah. Ia kaget. Sebelum ia menjawab sapaan wanita di depannya itu, dalam hati cepat-cepat ia berdoa
"Tuhan? saat ini aku tidak butuh tempe lagi. Aku tidak butuh lagi. Biarlah daganganku ini tetap seperti semula, Amin."Tapi kemudian, ia tidak berani menjawab wanita itu.
Ia berpikir jangan-jangan selagi ia duduk-duduk termenung tadi, tempenya sudah jadi. Jadi ia sendiri saat itu dalam posisi ragu-ragu untuk menjawab ya kepada wanita itu.
"Bagaimana nih?" ia pikir. "Kalau aku katakan iya, jangan-jangan tempenya sudah jadi. Siapa tahu tadi sudah terjadi mukjijat Tuhan?"
Ia kembali berdoa dalam hatinya, "Ya Tuhan, biarlah tempeku ini tidak usah jadi tempe lagi. Sudah ada orang yang kelihatannya mau beli. Tuhan, tolonglah aku kali ini.
Tuhan dengarkanlah doaku ini.." ujarnya berkali-kali. Lalu, sebelum ia menjawab wanita itu, ia pun membuka sedikit daun penutupnya. Lalu ? apa yang dilihatnyaSaudara- Saudara ???
Ternyata??ternyata? memang benar tempenya belum jadi!
Ia bersorak senang dalam hatinya. Singkat cerita wanita tersebut memborong semua dagangan si Ibu itu.

Sebelum wanita itu pergi, ia penasaran kenapa ada orang yang mau beli tempe yang belum jadi. Ia bertanya kepada si wanita. Dan wanita itu mengatakan bahwa anaknya di Yogya mau tempe yang berasal dari desa itu. Berhubung tempenya akan dikirim ke Yogya jadi ia harus membeli tempe yang belum jadi, supaya agar setibanya di sana tempenya sudah jadi. Kalau tempe yang sudah jadi yang dikirim maka setibanya di sana nanti tempe tersebut sudah tidak bagus lagi dan rasanya sudah tidak enak.

Apa yang bisa kita simpulkan dari kesaksian / Cerita sederhana?

Pertama : Kita sering memaksakan kehendak kita kepadaTuhan pada waktu kita berdoa padahal sebenarnya Tuhan lebih mengetahui apa yang kita
perlukan.
Kedua : Tuhan menolong kita dengan caraNya yang sama sekali di luar perkiraan kita sebelumnya.

Ketiga : Tiada yang mustahil bagi Tuhan

Keempat : Percayalah bahwa Tuhan akan menjawab doakita sesuai dengan rancanganNya.



Bagikanlah kesaksian ini kepada sahabat 2x dan
Teman2x...mudah2an bisa diambil manfaatnya dari kisah ini.





Best Regard,

fhao zee yah

TITIP IBUKU YA ALLAH

By Dafa | Kamis, September 25, 2008 | 1 Komentar Kawan2



" Nak, bangun... udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja... "
Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat.
Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang karyawan disebuah Perusahaan Tambang, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.

" Ibu sayang... ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa "
pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.

Kenapa Ibu mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca .... orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak ..... tapi entahlah.... Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa
Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya,
" Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih ? "
Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana . Terbata-bata Ibu berkata,
" Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri "
Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan.
Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.
Diam-diam aku bermuhasabah... Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ? Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab,
" Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan . Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu . Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua."
Lagi-lagi aku hanya bisa berucap,
" Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu. "

Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku untuk "cuti" dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak! Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi...
Ah, maafin kami Ibu ... 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ?
" Nak... bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya udah Ibu siapin dimeja.. "
Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan,
" Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan Ibu...".
Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. .. Cintaku ini milikmu, Ibu... Aku masih sangat membutuhkanmu. .. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..

Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat "aku sayang padamu... ",
namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.
Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita ... Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada.
Percayalah.. . kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.
Wallaahua'lam
"Ya Allah, cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Ibu..., dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil "
"Titip Ibuku ya Allah"


Regard,,


Zee




JANGAN BERBUKA SHAUM DENGAN YANG "MANIS"

By Dafa | Senin, September 22, 2008 | 1 Komentar Kawan2


Hari ini Ramadhan. Di bulan shaum ini, sering kita dengar kalimat 'Berbuka shaumlah dengan makanan atau minuman yang manis,' katanya. Konon, itu dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah demikian?

Dari Anas bin Malik ia berkata : "Adalah Rasulullah berbuka dengan Rutab (kurma yang lembek) sebelum shalat, jika tidak terdapat Rutab, maka beliau berbuka dengan Tamr (kurma kering), maka jika tidak ada kurma kering beliau meneguk air. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud)

Nabi Muhammad Saw berkata : "Apabila berbuka salah satu kamu, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Andaikan kamu tidak memperolehnya, maka berbukalah dengan air, maka
sesungguhnya air itu suci."

Nah. Rasulullah berbuka dengan kurma. Kalau tidak mendapat kurma, beliau berbuka shaumdengan air.

"Samakah kurma dengan 'yang manis-manis' ? Tidak. Kurma, adalah karbohidrat kompleks (complex carbohydrate) ."
Sebaliknya, gula yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis-manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana (simple carbohydrate) .

Darimana asalnya sebuah kebiasaan berbuka dengan yang manis? Tidak jelas. Malah berkembang jadi waham umum di masyarakat, seakan-akan berbuka shaumdengan makanan atau minuman yang manis adalah 'sunnah Nabi'.

Sebenarnya tidak demikian. Bahkan sebenarnya berbuka shaum dengan makanan manis-manis yang penuh dengan gula (karbohidrat sederhana) justru merusak kesehatan.

Dari dulu saya tergelitik tentang hal ini, bahwa berbuka shaum'disunnahkan' minum atau makan yang manis-manis. Sependek ingatan saya, Rasulullah mencontohkan buka shaum dengan kurma atau air putih, bukan yang manis-manis.

"Kurma, dalam kondisi asli, justru tidak terlalu manis."

Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi sangat tinggi tapi berkalori rendah, sehingga tidak menggemukkan (data di sini dan di sini). Tapi kurma yang didatangkan ke Indonesia dalam kemasan-kemasan di bulan Ramadhan sudah berupa 'manisan kurma', bukan lagi kurma segar. Manisan kurma ini justru ditambah kandungan gula yang berlipat-lipat kadarnya agar awet dalam perjalanan ekspornya. Sangat jarang kita menemukan kurma impor yang masih asli dan belum berupa manisan. Kalaupun ada, sangat mungkin harganya menjadi sangat mahal.

"Kenapa berbuka shaum dengan yang manis justru merusak kesehatan?"

Ketika berpuasa, kadar gula darah kita menurun. Kurma, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah, adalah karbohidrat kompleks, bukan gula (karbohidrat sederhana). Karbohidrat kompleks, untuk menjadi glikogen, perlu diproses sehingga makan waktu.

Sebaliknya, kalau makan yang manis-manis, kadar gula darah akan melonjak naik, langsung. Bum. Sangat tidak sehat. Kalau karbohidrat kompleks seperti kurma asli, naiknya pelan-pelan.

Mari kita bicara 'indeks glikemik' (glycemic index/GI) saja. Glycemic Index (GI) adalah laju perubahan makanan diubah menjadi gula dalam tubuh. Makin tinggi glikemik indeks dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula, dengan demikian tubuh makin cepat pula menghasilkan respons insulin.

Para praktisi fitness atau pengambil gaya hidup sehat, akan sangat menghindari makanan yang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Sebisa mungkin mereka akan makan makanan yang indeks glikemiknya rendah. Kenapa? Karena makin tinggi respons insulin tubuh, maka tubuh makin menimbun lemak. Penimbunan lemak tubuh adalah yang paling dihindari mereka.

Nah, kalau habis perut kosong seharian, lalu langsung dibanjiri dengan gula (makanan yang sangat-sangat tinggi indeks glikemiknya) , sehingga respon insulin dalam tubuh langsung melonjak. Dengan demikian, tubuh akan sangat cepat merespon untuk menimbun lemak.

Saya pernah bertanya tentang hal ini kepada seorang sufi yang diberi Allah 'ilm tentang urusan kesehatan jasad manusia.. Kata Beliau, "bila berbuka puasa, jangan makan apa-apa dulu. Minum air putih segelas, lalu sholat maghrib. Setelah shalat, makan nasi seperti biasa".. Jangan pernah makan yang manis-manis, karena merusak badan dan bikin penyakit. Itu jawaban beliau.

Kenapa bukan kurma? Sebab kemungkinan besar, kurma yang ada di Indonesia adalah 'manisan kurma', bukan kurma asli. Manisan kurma kandungan gulanya sudah jauh berlipat-lipat banyaknya.

"Kenapa nasi? Lha, nasi adalah karbohidrat kompleks."

Perlu waktu untuk diproses dalam tubuh, sehingga respon insulin dalam tubuh juga tidak melonjak. Karena respon insulin tidak tinggi, maka kecenderungan tubuh untuk menabung lemak juga rendah.

Inilah sebabnya, banyak sekali orang di bulan shaum yang justru lemaknya bertambah di daerah-daerah penimbunan lemak: perut, pinggang, bokong, paha, belakang lengan, pipi, dan sebagainya. Itu karena langsung membanjiri tubuh dengan insulin, melalui makan yang manis-manis, sehingga tubuh menimbun lemak, padahal otot sedang mengecil karena puasa.

Pantas saja kalau badan kita di bulan Ramadhan malah makin terlihat seperti 'buah pir', penuh lemak di daerah pinggang. Karena waham umum masyarakat yang mengira bahwa berbuka dengan yang manis-manis adalah 'sunnah', maka shaumbukannya malah menyehatkan kita.

Banyak orang di bulan shaumj ustru menjadi lemas, mengantuk, atau justru tambah gemuk karena kebanyakan gula. Karena salah memahami hadits di atas, maka efeknya 'rajin shaum= rajin berbuka dengan gula..'

Belajar sabar.

Waham Umum

Oke, kembali ke topik. Nah, saya kira, "berbukalah dengan yang manis-manis" itu adalah kesimpulan yang terlalu tergesa-gesa atas hadits tentang berbuka diatas. Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa (disunahkan) berbuka harus dengan yang manis-manis. Pada akhirnya kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan budaya berbuka shaumyang keliru di tengah masyarakat. Yang jelas, 'berbukalah dengan yang manis' itu disosialisasikan oleh slogan advertising banyak sekali perusahaan makanan di bulan suci Ramadhan.

Namun demikian, sekiranya ada di antara para sahabat yang menemukan hadits yang jelas bahwa Rasulullah memang memerintahkan berbuka dengan yang manis-manis, mohon ditulis di komentar di bawah, ya. Saya, mungkin juga para sahabat yang lain, ingin sekali tahu.

Semoga tidak termakan waham umum 'berbukalah dengan yang manis'. Atau lebih baik lagi, jangan mudah termakan waham umum tentang agama. Periksa dulu kebenarannya.

Kalau ingin sehat, ikuti saja kata Rasulullah:
"Makanlah hanya ketika lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang." Juga, isi sepertiga perut dengan makanan, sepertiga lagi air, dan sepertiga sisanya biarkan kosong.

"Kita (Kaum Muslimin) adalah suatu kaum yang bila telah merasa lapar barulah makan, dan apabila makan tidak hingga kenyang," kata Rasulullah.

"Tidak ada satu wadah pun yang diisi oleh Bani Adam, lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap untuk memperkokoh tulang belakangnya agar dapat tegak. Apabila tidak dapat dihindari, cukuplah sepertiga untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya."

(HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya yang bersumber dari
Miqdam bin Ma'di Kasib)

Semoga bermanfaat..

Wassalaamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.




IZINKAN AKU MENCIUMMU, IBU

| 1 Komentar Kawan2


Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku �dipaksa� membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.

Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.

Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.

Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya.

Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis.

Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya.

Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi do�a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.

Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.


Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi menjenguknya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku. (Bayu Gautama, Untuk Semua Ibu Di Seluruh Dunia)

__._,_.___


 

Mengenai Saya

Foto Saya
Aden adalah Fauzan Saputra. Sekarang den tahu kenapa ortu ngasih nama itu. Karna Fauzan Saputra itu memiliki arti yang bagus. Pertama Fauzan, yang berasal dari bahasa Arab berarti KEMENANGAN. Kedua Sa, berarti Bagi. Ketiga Putra, dari bahasa Indonesia berarti SEORANG LAKI2. Jadi Fauzan Saputra=Kemenangan Bagi Seorang Laki2. OK Kan!!!
Home | Internazionale |Interisti | Advertise with Us | Free Blogger Templates | Widget | Site Maps
Hak Cipta © 2010 - 2012. fauzansaputra.blogspot.com - All rights reserved | Proudly Powered by Blogger.com
Sponsored by Internazionale